Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan bahwa pelaksanaan Tarwiyah bagi jemaah haji Indonesia tetap diperbolehkan. Namun, kegiatan tersebut tidak termasuk dalam standar operasional prosedur (SOP) penyelenggaraan haji Indonesia tahun 2026.

Dalam rangkaian ibadah haji, Tarwiyah merupakan aktivitas mabit atau bermalam di Mina pada 8 Zulhijah sebelum jemaah melaksanakan wukuf di Arafah keesokan harinya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Erti saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Sabtu (23/5/2026).


Menurutnya, Tarwiyah dipandang sebagian jemaah sebagai ibadah sunnah yang pernah dilakukan Rasulullah SAW saat menunaikan ibadah haji. Karena itu, pemerintah tidak melarang jemaah yang ingin melaksanakannya meskipun tidak masuk dalam program layanan resmi.

Meski diperbolehkan, jemaah yang mengikuti Tarwiyah diwajibkan melapor kepada petugas dan menandatangani surat pernyataan yang diketahui petugas sektor.

Pemerintah juga menegaskan tidak menyediakan fasilitas khusus bagi peserta Tarwiyah karena kegiatan tersebut berada di luar skema operasional haji reguler. Seluruh pelaksanaannya menjadi tanggung jawab masing-masing jemaah.


Meski demikian, pergerakan jemaah peserta Tarwiyah tetap berada dalam pengawasan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) guna memastikan keamanan dan memantau mobilitas jemaah selama proses berlangsung.

Berdasarkan data PPIH, hingga saat ini tercatat sekitar 11.750 jemaah Indonesia mengikuti Tarwiyah.

Kemenhaj juga menekankan bahwa jemaah yang melaksanakan Tarwiyah tidak diperbolehkan berjalan kaki dari Makkah menuju Mina. Larangan tersebut diberlakukan demi menjaga keselamatan jemaah di tengah cuaca panas dan padatnya arus pergerakan menuju Armuzna.


Menurut Erti, yang dilarang bukan ibadah Tarwiyahnya, melainkan metode perjalanan berjalan kaki yang dinilai berisiko bagi kesehatan dan keselamatan jemaah.

Ia menjelaskan kebutuhan transportasi, konsumsi, hingga tenda bagi peserta Tarwiyah disiapkan oleh masing-masing syarikah atau markaz.

Erti juga menjelaskan bahwa secara historis Tarwiyah berkaitan dengan perjalanan Rasulullah SAW menuju Mina untuk mempersiapkan bekal sebelum puncak ibadah haji berlangsung.

Sementara itu, berdasarkan pantauan tim Media Center Haji pada Senin (25/5/2026) dini hari, sebagian jemaah Indonesia mulai bergerak menuju Mina untuk melaksanakan Tarwiyah dengan menggunakan bus yang telah disiapkan.

Di sisi lain, pada tanggal yang sama, jemaah yang tidak mengikuti Tarwiyah juga mulai diberangkatkan menuju Arafah dalam tiga gelombang keberangkatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan petugas.


Pastikan ibadah haji dan umroh Anda lebih nyaman, aman, dan terarah bersama Jana Madinah Wisata ✨

Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.

Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah bersama Jana Madinah Wisata 🤍

📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas!