Jakarta – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam untuk berperan aktif melindungi masyarakat dari maraknya praktik penipuan haji dan umrah. Menurutnya, ibadah yang menjadi impian jutaan umat Islam tidak boleh dijadikan ladang bisnis yang merugikan calon jemaah.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri acara Al Jam'iyatul Washliyah (Al Washliyah) di Asrama Haji Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Dahnil mengungkapkan bahwa pemerintah bersama aparat penegak hukum tengah menangani sejumlah kasus penipuan perjalanan haji dan umrah dengan nilai kerugian yang sangat besar.
"Sekarang penipuan luar biasa banyak. Kami bersama Polri sedang mengamankan berbagai kasus, termasuk kasus Hanania yang merugikan ribuan jemaah," ujarnya.
Menurut Dahnil, kasus tersebut menjadi bukti bahwa masih ada pihak-pihak yang memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk berhaji dan berumrah demi memperoleh keuntungan pribadi.
Haji dan Umrah Bukan Komoditas Bisnis
Dahnil menegaskan, penyelenggaraan ibadah haji dan umrah seharusnya berorientasi pada pelayanan dan pembinaan umat, bukan semata-mata mengejar keuntungan.
Ia menilai praktik komersialisasi ibadah harus dihentikan agar masyarakat tidak kembali menjadi korban penipuan berkedok perjalanan ibadah.
"Haji dan umrah harus berhenti dijadikan komoditas oleh segelintir orang. Agama tidak boleh dijadikan alat untuk mencari keuntungan dengan merugikan umat," tegasnya.
KBIH Harus Fokus Membimbing Jemaah
Dalam forum tersebut, Dahnil juga menyoroti peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Menurutnya, KBIH didirikan untuk memberikan pembinaan kepada calon jemaah agar mampu menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat, bukan berubah menjadi lembaga yang lebih mengutamakan keuntungan bisnis.
"KBIH itu singkatannya Kelompok Bimbingan Ibadah Haji, bukan Kelompok Bisnis Ibadah Haji," ujarnya.
Ia berharap seluruh lembaga bimbingan tetap menjaga integritas dan mengedepankan pelayanan kepada umat.
Tidak Semua KBIH Bermasalah
Meski memberikan kritik, Dahnil menegaskan bahwa masih banyak KBIH di berbagai daerah yang bekerja secara profesional dan amanah.
Menurutnya, KBIH yang baik justru menjadi mayoritas, hanya saja kasus-kasus yang bermasalah lebih sering mendapat perhatian publik.
Ia menyebut sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, hingga Sumatera Utara memiliki banyak KBIH yang selama ini memberikan pelayanan dengan baik kepada calon jemaah.
Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat pengawasan terhadap penyelenggara haji dan umrah sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat kepada lembaga-lembaga yang telah bekerja secara profesional.
Imbauan untuk Calon Jemaah
Maraknya kasus penipuan menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat memilih penyelenggara perjalanan ibadah.
Calon jemaah diimbau memastikan biro perjalanan memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), memeriksa legalitas perusahaan, serta tidak mudah tergiur dengan penawaran biaya yang jauh di bawah harga wajar.
Dengan pengawasan yang lebih ketat dan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan penyelenggaraan haji dan umrah di Indonesia dapat berjalan lebih aman, transparan, dan benar-benar berorientasi pada pelayanan kepada umat.
Pastikan ibadah haji dan umroh Anda lebih nyaman, aman, dan terarah bersama Jana Madinah Wisata ✨
Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.
Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah bersama Jana Madinah Wisata 🤍
📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas!
