Panduan dan Urutan Manasik Haji Tamattu Lengkap | Bagi calon jamaah yang sedang mempelajari manasik haji, memahami jenis-jenis haji adalah langkah awal yang penting. Salah satu jenis haji yang paling banyak dilaksanakan jamaah Indonesia adalah Haji Tamattu.


Haji Tamattu adalah pelaksanaan umrah terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan haji pada waktu yang telah ditentukan. Pola ini dianggap lebih ringan karena jamaah tidak terus-menerus dalam keadaan ihram sejak awal hingga akhir.


Lalu bagaimana urutan manasik Haji Tamattu dari awal hingga selesai? Berikut penjelasan lengkap dan runtut nya.


Pengertian Haji Tamattu


Secara bahasa, tamattu berarti “menikmati” atau “bersenang-senang”. Dalam praktiknya, jamaah melaksanakan umrah terlebih dahulu pada bulan haji, kemudian bertahallul (memotong rambut) sehingga bebas dari larangan ihram. Setelah itu, pada tanggal 8 Dzulhijjah, jamaah kembali berihram untuk melaksanakan ibadah haji.


Haji ini memungkinkan jamaah dapat beristirahat dengan cukup dan tidak terikat larangan ihram antara umrah dan haji. Namun, pelaksanaan Haji Tamattu mewajibkan jamaah membayar dam (denda) berupa penyembelihan hewan.


Urutan Manasik Haji Tamattu


Berikut urutan tahapan manasik haji tamattu secara lengkap, mulai dari miqat hingga tawaf wada.


Ihram untuk Umrah dari Miqat


Manasik haji dimulai dengan berihram di miqat (tempat yang telah ditentukan untuk berniat). Yang dilakukan jamaah:

  • Mandi sunnah ihram
  • Memakai pakaian ihram (dua helai kain putih untuk pria)
  • Berniat umrah


Niat umrah dibaca di miqat, lalu jamaah mulai memperbanyak talbiyah.


Tawaf Umrah

Setibanya di Masjidil Haram, jamaah melaksanakan tawaf sebanyak 7 putaran mengelilingi Ka'bah. Tawaf dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama. Jamaah dianjurkan membaca doa dan zikir selama pelaksanaan.


Sa’i antara Shafa dan Marwah

Setelah tawaf, jamaah melaksanakan sa’i sebanyak 7 kali perjalanan dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah. Sa’i merupakan bagian dari rangkaian umrah dan termasuk rukun yang harus dilakukan.


Tahallul (Selesai Umrah)

Setelah sa’i, jamaah melakukan tahallul dengan memotong atau mencukur rambut. Dengan tahallul ini:

  • Umrah selesai
  • Larangan ihram tidak lagi berlaku
  • Jamaah boleh memakai pakaian biasa

Tahap ini menjadi pembeda utama dalam manasik haji tamattu dibanding jenis haji lainnya.


Memasuki Rangkaian Haji


Ihram Kembali untuk Haji (8 Dzulhijjah)

Pada tanggal 8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah), jamaah kembali berihram dari tempat tinggalnya di Mekkah. Setelah berniat haji, jamaah berangkat menuju Mina untuk bermalam.


Wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah)

Wukuf adalah rukun haji yang paling utama. Tanpa wukuf, haji tidak sah. Jamaah berada di Padang Arafah sejak tergelincir matahari hingga terbenam, memperbanyak doa, zikir, dan istighfar. Inilah puncak dari seluruh manasik haji.


Mabit di Muzdalifah

Setelah matahari terbenam di Arafah, jamaah bergerak menuju Muzdalifah. Di sini jamaah bermalam dan mengumpulkan batu kerikil untuk lempar jumrah.


Lempar Jumrah Aqabah (10 Dzulhijjah)

Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah melempar jumrah Aqabah sebanyak 7 kali. Ini dilakukan sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan.


Tahallul Awal

Setelah lempar jumrah dan menyembelih dam (bagi Haji Tamattu), jamaah mencukur atau memotong rambut. Pada tahap ini sebagian larangan ihram sudah diperbolehkan.


Tawaf Ifadah dan Sa’i Haji

Jamaah kembali ke Masjidil Haram untuk melaksanakan Tawaf Ifadah, yang termasuk rukun haji. Setelah itu dilakukan sa’i haji (jika belum melaksanakannya setelah tawaf ifadah). Dengan selesainya tahapan ini, jamaah masuk tahallul tsani (tahallul sempurna).


Mabit di Mina dan Lempar Tiga Jumrah

Pada tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah (dan 13 bagi yang memilih nafar tsani), jamaah akan bermalam di Mina dan melempar tiga jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah) setiap hari.


Tawaf Wada

Sebelum meninggalkan Mekkah, jamaah wajib melaksanakan Tawaf Wada sebagai perpisahan dengan Baitullah. Tawaf ini menjadi penutup rangkaian manasik haji.


Baca juga Daftar Perlengkapan Haji Pria & Wanita Lengkap Disertai Gambar


Mengapa Haji Tamattu Banyak Dipilih?


Dalam praktik manasik haji, Haji Tamattu dianggap lebih sesuai bagi jamaah luar negeri karena:

  • Ada jeda istirahat setelah umrah
  • Tidak terlalu lama dalam kondisi ihram
  • Lebih fleksibel secara fisik

Meskipun ada kewajiban membayar dam, banyak jamaah tetap memilih jenis ini karena dinilai lebih ringan.


Kesimpulan Pelaksanaan Haji Tamattu


Memahami urutan manasik haji tamattu' sejak awal akan membantu Anda menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan. Setiap tahapan, mulai dari ihram hingga tawaf wada, memiliki aturan yang perlu calon jamaah pahami sebelum berangkat ke Tanah Suci.


Jika Anda sedang mempersiapkan keberangkatan ibadah haji, pastikan mengikuti bimbingan manasik bersama pembimbing yang kompeten.


Untuk informasi paket haji dan jadwal manasik terbaru, silakan hubungi tim JMW melalui WhatsApp atau tombol chat di bawah. Anda juga bisa langsung melihat Paket Haji Furoda JMW sebagai solusi haji langsung berangkat tanpa antri. Semoga perjalanan ibadah Anda dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.