Sa'i merupakan salah satu rukun dalam ibadah haji dan umrah yang dilakukan dengan berjalan kaki dan berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Ibadah ini bukan sekadar rangkaian ritual, tetapi menjadi simbol perjuangan, kesabaran, dan keyakinan penuh kepada Allah Subahanhu Wa Ta’ala. Kedua bukit tersebut kini berada di dalam kompleks Masjidil Haram, Makkah, dan menjadi saksi sejarah yang terus dikenang oleh jutaan umat Islam.

Kisah Sa'i berawal dari perintah Allah Subahanhu Wa Ta’ala kepada Nabi Ibrahim 'Alaihissalam untuk meninggalkan istrinya, Siti Hajar, bersama putra mereka yang masih bayi, Nabi Ismail 'Alaihissalam, di sebuah lembah tandus yang saat itu belum berpenghuni. Perintah tersebut merupakan ujian besar bagi keimanan keluarga Nabi Ibrahim.

Beberapa waktu kemudian, bekal makanan dan air yang dibawa habis. Dalam keadaan putus asa melihat bayinya kehausan, Siti Hajar tidak menyerah. Beliau berusaha mencari pertolongan dan sumber air dengan menaiki Bukit Shafa. Dari puncaknya, ia berharap melihat seseorang atau menemukan tanda-tanda kehidupan. Namun harapan itu belum terwujud.

Siti Hajar kemudian bergegas menuju Bukit Marwah. Ketika sampai di sana, hasilnya tetap sama. Tanpa mengenal lelah, beliau terus bolak-balik antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Di bagian lembah yang lebih rendah, beliau bahkan berlari kecil agar dapat segera kembali melihat kondisi Nabi Ismail. Seluruh ikhtiar itu dilakukan di tengah panasnya gurun pasir dengan penuh tawakal kepada Allah Subahanhu Wa Ta’ala.

Setelah menyelesaikan pencarian tersebut, Siti Hajar kembali menghampiri putranya. Atas izin Allah Subahanhu Wa Ta’ala, Malaikat Jibril 'Alaihissalam memancarkan air dari tanah di dekat kaki Nabi Ismail yang sedang menangis. Melihat air mengalir deras, Siti Hajar segera membendungnya dengan pasir dan batu sambil berulang kali mengucapkan, "Zamzam... Zamzam..." yang berarti "berkumpullah" atau "berhentilah mengalir." Dari peristiwa inilah lahir Sumur Zamzam yang hingga kini tidak pernah kering dan menjadi salah satu mukjizat terbesar di Tanah Suci.

Keberadaan sumber air Zamzam kemudian menarik perhatian para kafilah yang melintas. Mereka mulai singgah dan menetap di sekitar sumur tersebut hingga akhirnya kawasan itu berkembang menjadi Kota Makkah, kota suci tempat kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.

Dalam pelaksanaannya saat ini, Sa'i dimulai dari Bukit Shafa dan diakhiri di Bukit Marwah. Bukit Shafa berada sekitar 100 meter dari Ka'bah, sedangkan Bukit Marwah berjarak sekitar 350 meter. Jarak antara kedua bukit kurang lebih 450 meter. Dengan tujuh lintasan, total perjalanan Sa'i mencapai sekitar 3,15 kilometer. Seluruh jalur tersebut kini telah berada di dalam bangunan Masjidil Haram sehingga dapat dilalui dengan nyaman oleh para jamaah.

Makna Sa'i jauh lebih dalam daripada sekadar berjalan dari satu bukit ke bukit lainnya. Ibadah ini mengajarkan bahwa seorang hamba wajib berusaha semaksimal mungkin, meskipun jalan keluar belum terlihat. Siti Hajar tidak hanya berdoa, tetapi juga melakukan ikhtiar terbaiknya. Setelah usaha dilakukan dengan penuh keyakinan, pertolongan Allah Subahanhu Wa Ta’ala pun datang pada waktu yang paling tepat.

Karena itulah, Sa'i menjadi lambang ketaatan, kesabaran, serta keyakinan bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan penuh tawakal tidak akan pernah sia-sia di sisi Allah Subahanhu Wa Ta’ala.

Sebagaimana firman Allah Subahanhu Wa Ta’ala dalam Al-Qur'an:

اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ اَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا ۗ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًاۙ فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ

"Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan Sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 158)


Jika Anda ingin mulai merencanakan perjalanan ibadah UMRAH atau HAJI bersama layanan yang aman dan terpercaya, segera daftarkan diri Anda dan keluarga bersama travel Jana Madinah Wisata, dan mulailah perjalanan terbaik menuju Baitullah.

Wujudkan niat suci Anda bersama Jana Madinah Wisata. Nikmati layanan perjalanan umroh yang nyaman, aman, dan penuh pendampingan ibadah untuk membantu perjalanan spiritual Anda menjadi lebih berkesan.

Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.

Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah dan Madinah AL-Munawarah

bersama Jana Madinah Wisata 🤍

🕋 Tersedia Paket UMROH ITIKAF RAMADHAN BULAN FEB 2027 M / 1448 H (⇐ klik)

🕋 PROGRAM TABUNGAN UMROH (⇐ klik), Mulai dari Rp 31,5 Juta

Cukup DP ringan Rp 750 Ribu, kamu sudah bisa amankan seat!

🕋 Paket Umroh tersedia untuk keberangkatan September - January 2027 (⇐ klik)

🕋 Paket Umroh Private tersedia tinggal atur jadwal keberangkatan nya 

🕋 Paket Haji Plus (⇐ klik) dan Haji plus VIP (⇐ klik)

🤝 Pendampingan ibadah berpengalaman

📍 Kuota terbatas

Semoga Allah memudahkan langkah kita menjadi tamu-Nya di Baitullah.

📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas! (⇐ klik)