Azan bukan sekadar penanda masuknya waktu salat. Di balik setiap lantunan azan, Allah Subahanhu Wa Ta'ala menyimpan keutamaan yang sangat besar bagi orang yang mengumandangkannya maupun yang menyambutnya dengan penuh keimanan. Sayangnya, banyak kaum muslimin yang menganggap azan sebagai rutinitas sehingga melewatkan berbagai amalan ringan yang justru bernilai pahala luar biasa. Padahal, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa jika manusia benar-benar mengetahui besarnya ganjaran di balik azan, mereka rela berebut untuk menjadi muazin atau menempati shaf pertama.
Kalau Tahu Pahalanya, Orang Akan Berebut Menjadi Muazin
Dalam Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi Bab 186, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa seandainya manusia mengetahui pahala azan dan shaf pertama, lalu tidak ada cara mendapatkannya selain dengan undian, niscaya mereka akan rela mengundi demi meraihnya. Begitu pula dengan keutamaan datang lebih awal ke masjid serta menjaga salat Isya dan Subuh berjamaah, yang pahalanya begitu besar hingga seseorang akan tetap mendatanginya walaupun harus merangkak.
Hadis ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan azan dalam Islam. Azan bukan hanya panggilan menuju salat, tetapi juga syiar tauhid yang mengagungkan Allah Subahanhu Wa Ta'ala dan mengajak manusia kepada ibadah paling mulia. Karena manfaatnya dirasakan oleh banyak orang, para ulama menjelaskan bahwa pahala azan termasuk salah satu amalan yang sangat besar nilainya.
Selain itu, hadis ini menjadi motivasi agar setiap muslim berlomba-lomba dalam amal saleh, tidak menunda datang ke masjid, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Bahkan, syariat membolehkan melakukan undian apabila beberapa orang sama-sama ingin memperoleh keutamaan menjadi muazin.
Kemuliaan Muazin pada Hari Kiamat
Keutamaan muazin tidak berhenti di dunia. Rasulullah ﷺ juga memberikan kabar gembira bahwa para muazin akan memperoleh kemuliaan yang istimewa pada hari Kiamat. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa para muazin akan menjadi orang-orang yang paling panjang lehernya pada hari itu.
Para ulama menjelaskan bahwa ungkapan tersebut merupakan simbol kemuliaan, kedudukan yang tinggi, dan kemudahan dikenali di hadapan seluruh manusia saat hari hisab. Balasan itu sesuai dengan amal yang mereka lakukan ketika di dunia, yaitu meninggikan kalimat tauhid dan menyeru manusia untuk beribadah kepada Allah Subahanhu Wa'ala.
Jangan Diam Saat Azan, Jawablah dan Raih Syafaat Rasulullah ﷺ
Keutamaan azan bukan hanya diperuntukkan bagi muazin. Orang yang mendengarkan azan juga memiliki kesempatan memperoleh pahala yang sangat besar melalui amalan yang sederhana, yaitu menjawab setiap lafaz azan sebagaimana yang diucapkan oleh muazin.
Rasulullah ﷺ mengajarkan agar setelah menjawab azan, seorang muslim memperbanyak shalawat kepada beliau, kemudian memohonkan wasilah untuk beliau. Siapa yang melakukannya dengan penuh keikhlasan akan mendapatkan syafaat Rasulullah ﷺ pada hari Kiamat.
Beliau juga mengajarkan doa setelah azan yang sangat masyhur:
"Allahumma Rabba hadzihid da'watit taammah wash-shalaatil qaa'imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqaaman mahmuudanilladzii wa'adtah."
Rasulullah ﷺ menjanjikan bahwa orang yang membaca doa tersebut setelah mendengar azan berhak memperoleh syafaat beliau pada hari Kiamat.
Amalan Ringan yang Menghapus Dosa
Selain doa setelah azan, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan zikir yang sangat singkat namun memiliki keutamaan besar. Siapa yang mengucapkan persaksian tauhid, ridha kepada Allah sebagai Rabb, Muhammad ﷺ sebagai rasul, dan Islam sebagai agama setelah mendengar azan, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim.
Ini menunjukkan bahwa beberapa menit setelah azan merupakan waktu yang penuh keberkahan. Dengan amalan yang sangat ringan, seorang muslim dapat meraih ampunan Allah, memperoleh syafaat Rasulullah ﷺ, sekaligus menambah pahala tanpa mengeluarkan usaha yang berat.
Sunnah yang Dianjurkan Setelah Mendengar Azan
Beberapa adab yang diajarkan Rasulullah ﷺ ketika mendengar azan di antaranya:
- Menjawab setiap lafaz azan sebagaimana yang diucapkan muazin.
- Ketika muazin mengucapkan Hayya 'alash shalah dan Hayya 'alal falah, dianjurkan menjawab dengan "Laa haula wa laa quwwata illaa billaah."
- Bershalawat kepada Rasulullah ﷺ setelah azan selesai.
- Membaca doa memohon wasilah untuk Rasulullah ﷺ.
- Memperbanyak doa karena waktu antara azan dan iqamah termasuk waktu yang mustajab.
Semua amalan tersebut hanya membutuhkan waktu beberapa menit, tetapi pahalanya sangat besar. Karena itu, jangan lagi menganggap azan sebagai suara yang berlalu begitu saja. Jadikan setiap azan sebagai kesempatan untuk meraih ampunan Allah, memperoleh syafaat Rasulullah ﷺ, dan menambah timbangan amal kebaikan yang akan menemani kita pada hari Kiamat.
Jika Anda ingin mulai merencanakan perjalanan ibadah UMRAH atau HAJI bersama layanan yang aman dan terpercaya, segera daftarkan diri Anda dan keluarga bersama travel Jana Madinah Wisata, dan mulailah perjalanan terbaik menuju Baitullah.
Wujudkan niat suci Anda bersama Jana Madinah Wisata. Nikmati layanan perjalanan umroh yang nyaman, aman, dan penuh pendampingan ibadah untuk membantu perjalanan spiritual Anda menjadi lebih berkesan.
Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.
Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah dan Madinah AL-Munawarah
bersama Jana Madinah Wisata 🤍
🕋 Tersedia Paket UMROH ITIKAF RAMADHAN BULAN FEB 2027 M / 1448 H (⇐ klik)
🕋 PROGRAM TABUNGAN UMROH (⇐ klik), Mulai dari Rp 31,5 Juta
Cukup DP ringan Rp 750 Ribu, kamu sudah bisa amankan seat!
🕋 Paket Umroh tersedia untuk keberangkatan September - January 2027 (⇐ klik)
🕋 Paket Umroh Private tersedia tinggal atur jadwal keberangkatan nya
🕋 Paket Haji Plus (⇐ klik) dan Haji plus VIP (⇐ klik)
🤝 Pendampingan ibadah berpengalaman
📍 Kuota terbatas
Semoga Allah memudahkan langkah kita menjadi tamu-Nya di Baitullah.
📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas! (⇐ klik)
