Di tengah lautan jamaah yang terus mengelilingi Ka'bah, terdapat sebuah tiang berwarna merah muda atau pink yang kerap menarik perhatian. Letaknya berada di area Mataf, tidak jauh dari Pintu King Abdulaziz, tepatnya di barisan kedua sebelah kiri setelah memasuki pintu tersebut.
Banyak jamaah haji dan umrah penasaran dengan keberadaan tiang ini. Beredar cerita yang menyebutkan bahwa di lokasi tersebut Rasulullah ﷺ menambatkan Buraq sebelum memulai perjalanan agung Isra Mi'raj. Karena kisah itu, tidak sedikit jamaah yang berhenti untuk melihat, berfoto, bahkan menganggapnya sebagai salah satu jejak bersejarah dalam perjalanan Nabi ﷺ.
Lantas, benarkah riwayat tersebut dapat dipastikan kebenarannya?
Belum Ada Riwayat yang Memastikan
Penerjemah resmi khutbah Masjidil Haram asal Indonesia, Ahmad Musyaddad, mengingatkan agar jamaah tidak terburu-buru mempercayai informasi yang belum memiliki dasar riwayat yang jelas.
Menurutnya, hingga saat ini belum ditemukan riwayat yang secara tegas menyebut bahwa tiang berwarna merah muda tersebut merupakan tempat Rasulullah ﷺ menambatkan Buraq sebelum Isra Mi'raj.
"Tiang yang warna merah jambu yang diasosiasikan sebagai tempat ditambatkannya Buraq itu, ketika ditanya oleh jemaah saya selalu mengatakan wallahu a'lam. Saya tidak pernah menjumpai riwayat yang secara spesifik menceritakan di mana Buraq itu ditambatkan," ujar Musyaddad saat memandu tur jejak sirah di sekitar Masjidil Haram bersama tim Media Center Haji.
Penjelasan tersebut menjadi pengingat penting bahwa tidak semua kisah yang populer di kalangan jamaah memiliki landasan sejarah yang dapat dipastikan. Dalam tradisi keilmuan Islam, sikap tabayyun dan kehati-hatian terhadap setiap informasi merupakan bagian dari menjaga keotentikan sejarah Rasulullah ﷺ.
Kawasan Al-Hazwarah yang Sarat Sejarah
Meski demikian, lokasi tempat berdirinya tiang tersebut tetap memiliki nilai sejarah yang sangat penting.
Musyaddad menjelaskan bahwa kawasan itu diyakini berada di wilayah yang dalam berbagai literatur sejarah dikenal sebagai Al-Hazwarah, yaitu sebuah gundukan tanah yang dahulu berada di sekitar rumah Ummu Hani, sepupu Rasulullah ﷺ.
Rumah Ummu Hani memiliki posisi istimewa dalam perjalanan sirah Nabawiyah. Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa dari rumah inilah Rasulullah ﷺ berada sebelum Malaikat Jibril datang mengawali perjalanan Isra Mi'raj.
"Cerita-cerita yang lain tentang lokasi itu adalah titik yang disebut Al-Hazwarah. Al-Hazwarah itu semacam gundukan yang berada di sekitar halaman rumah Ummu Hani, yang merupakan sepupu Nabi ﷺ. Di sebagian riwayat, rumah tersebut merupakan tempat Rasulullah ﷺ diangkat oleh Malaikat Jibril saat beliau di-Isra Mi'raj-kan," jelasnya.
Karena itu, meskipun lokasi penambatan Buraq belum dapat dipastikan berdasarkan riwayat yang sahih, kawasan Al-Hazwarah tetap menjadi salah satu titik bersejarah yang penting di Kota Makkah.
Tempat Rasulullah ﷺ Berpamitan kepada Makkah
Keistimewaan Al-Hazwarah tidak hanya berkaitan dengan kisah Isra Mi'raj.
Tempat ini juga dikenang sebagai lokasi ketika Rasulullah ﷺ mengucapkan salam perpisahan kepada Kota Makkah sebelum berhijrah menuju Madinah. Di tempat inilah beliau berhenti sejenak, memandang kota kelahirannya dengan penuh cinta, lalu mengucapkan kalimat yang begitu mengharukan.
"Wahai Makkah, sungguh engkau adalah tempat yang paling baik dan tempat yang paling aku cintai. Kalaulah bukan karena kaummu mengusirku darimu, aku tidak akan keluar darimu."
Menurut Musyaddad, ucapan tersebut disampaikan Rasulullah ﷺ di kawasan Al-Hazwarah ketika para sahabat menyaksikan beliau memulai perjalanan hijrah.
Peristiwa ini menjadi bukti besarnya kecintaan Rasulullah ﷺ kepada Makkah. Hijrah yang beliau lakukan bukanlah karena ingin meninggalkan tanah kelahirannya, melainkan sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Menjadi Saksi Peristiwa Fathu Makkah
Al-Hazwarah juga memiliki hubungan erat dengan salah satu momentum terbesar dalam sejarah Islam, yakni Fathu Makkah pada 20 Ramadan tahun ke-8 Hijriah.
Setelah Makkah berhasil dibebaskan, Rasulullah ﷺ mendatangi rumah Ummu Hani. Di tempat tersebut beliau melaksanakan salat sunah delapan rakaat sebagai ungkapan syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Musyaddad menjelaskan bahwa para ulama memiliki pandangan berbeda mengenai salat tersebut. Sebagian menyebutnya sebagai salat duha, sementara sebagian lainnya mengenalnya sebagai salatul fath atau salat penaklukan.
"Sebagian para ulama mengatakan salat itu dinamakan salatul fath. Sehingga dari generasi ke generasi, jika ada penaklukan satu benteng musuh, para jenderal perang Islam memerintahkan pasukannya untuk melakukan salat delapan rakaat sebagaimana dahulu Rasulullah ﷺ salat delapan rakaat di rumah Ummu Hani saat menaklukkan Kota Makkah al-Mukarramah," jelasnya.
Pelajaran di Balik Tiang Pink Masjidil Haram
Boleh jadi, tiang berwarna merah muda yang sering disebut sebagai tempat Buraq ditambatkan memang tidak memiliki riwayat yang dapat memastikan hal tersebut. Namun, kawasan di sekitarnya tetap menyimpan sejarah yang sangat kaya, mulai dari kaitannya dengan Isra Mi'raj dalam sebagian riwayat, lokasi Rasulullah ﷺ berpamitan kepada Makkah sebelum hijrah, hingga menjadi saksi peristiwa besar Fathu Makkah.
Pada akhirnya, pelajaran terpenting bukan terletak pada keberadaan tiang itu sendiri, melainkan pada nilai-nilai sejarah yang mengiringinya. Setiap sudut di sekitar Masjidil Haram mengingatkan umat Islam akan perjuangan, pengorbanan, serta kecintaan Rasulullah ﷺ kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, agama Islam, dan Kota Makkah yang begitu beliau cintai.
Jika Anda ingin mulai merencanakan perjalanan ibadah UMRAH atau HAJI bersama layanan yang aman dan terpercaya, segera daftarkan diri Anda dan keluarga bersama travel Jana Madinah Wisata, dan mulailah perjalanan terbaik menuju Baitullah.
Wujudkan niat suci Anda bersama Jana Madinah Wisata. Nikmati layanan perjalanan umroh yang nyaman, aman, dan penuh pendampingan ibadah untuk membantu perjalanan spiritual Anda menjadi lebih berkesan.
Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.
Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah dan Madinah AL-Munawarah
bersama Jana Madinah Wisata 🤍
🕋 Tersedia Paket UMROH ITIKAF RAMADHAN BULAN FEB 2027 M / 1448 H (⇐ klik)
🕋 PROGRAM TABUNGAN UMROH (⇐ klik), Mulai dari Rp 31,5 Juta
Cukup DP ringan Rp 750 Ribu, kamu sudah bisa amankan seat!
🕋 Paket Umroh tersedia untuk keberangkatan September - January 2027 (⇐ klik)
🕋 Paket Umroh Private tersedia tinggal atur jadwal keberangkatan nya
🕋 Paket Haji Plus (⇐ klik) dan Haji plus VIP (⇐ klik)
🤝 Pendampingan ibadah berpengalaman
📍 Kuota terbatas
Semoga Allah memudahkan langkah kita menjadi tamu-Nya di Baitullah.
📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas! (⇐ klik)
