Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memberikan pelayanan khusus kepada 171 calon jemaah haji lanjut usia (lansia) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di masing-masing kelompok terbang (kloter).


Kepala Kantor Kemenhaj Situbondo, Rif’an Junaidi, menjelaskan bahwa dari total 993 calon jemaah haji asal Situbondo, sebanyak 171 orang merupakan jemaah lansia yang mendapatkan perhatian dan pendampingan khusus selama proses ibadah haji.

Menurut Rif’an, meskipun sebagian jemaah lansia sudah didampingi anggota keluarga, petugas PPIH kloter tetap memberikan pelayanan tambahan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan mereka selama perjalanan ibadah.


Ia juga menyampaikan bahwa terdapat lima calon jemaah haji yang menunda keberangkatan tahun ini. Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal dunia, tiga orang mengalami sakit, dan satu calon haji lainnya batal berangkat karena pendampingnya sakit.

Hingga saat ini, jumlah calon jemaah haji Situbondo tercatat sebanyak 993 orang, termasuk tiga Petugas Haji Daerah (PHD) serta 10 petugas PPIH kloter.

Rif’an menambahkan, persiapan keberangkatan jemaah haji telah mencapai sekitar 99 persen dan tinggal menunggu jadwal pemberangkatan menuju Tanah Suci pada 14 Mei 2026 mendatang.


Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengimbau seluruh calon jemaah haji untuk menjaga kondisi kesehatan sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke Indonesia.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Situbondo, kami mengucapkan selamat kepada seluruh calon jemaah haji. Semoga ibadah yang dijalankan diberikan kelancaran, kesehatan, kekuatan, dan perlindungan dari Allah SWT,” ujarnya.


Berdasarkan data yang ada, calon jemaah haji termuda berasal dari Desa Tokelan, Kecamatan Panji, yakni Afif Farhan Fatwa yang berusia 13 tahun. Sedangkan jemaah tertua adalah Artini Suardi, usia 85 tahun, warga Desa Pesisir, Kecamatan Besuki.

Jemaah haji Situbondo dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 14 Mei 2026 dan dibagi dalam empat kloter, yaitu Kloter 87, 88, 89, dan 90.

Kloter 88 dan 89 diisi penuh oleh jemaah asal Situbondo, sementara Kloter 87 merupakan gabungan dengan jemaah dari Bondowoso dan Kloter 90 gabungan dengan jemaah asal Jember.

Untuk mendukung kelancaran keberangkatan, Pemerintah Kabupaten Situbondo menyiapkan sebanyak 26 unit bus, termasuk armada cadangan, guna mengantar para calon jemaah haji menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.


Pastikan ibadah haji dan umroh Anda lebih nyaman, aman, dan terarah bersama Jana Madinah Wisata ✨

Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan pelayanan terbaik.

Yuk wujudkan niat suci ke Baitullah bersama Jana Madinah Wisata 🤍

📞 Konsultasi & pendaftaran sekarang juga, karena kuota keberangkatan terbatas!